Ingat Suzuki, Ingat Yudi

Hubungi Yudi Suzuki

Hubungi Yudi Suzuki

Hubungi Yudi Suzuki sekarang juga untuk mendapatkan informasi tentang diskon, promo dan bonus mobil Suzuki Ertiga, Suzuki Swift, dan mobil Suzuki lainnya.

HP: 0878 398 000 70
HP: 0852 9274 0303
HP: 0812 8195 2229
Whatsapp: 0878 0286 5757
BB: D25DD384

Syarat-syarat Kredit
  • KTP Suami Istri
  • Kartu Keluarga
  • PBB / AJB
  • Fotokopi Buku Tabungan 3 bulan
  • Surat Keterangan Usaha
Ikuti Saya di Media Sosial

Bagaimana Cara Menggunakan Lampu Hazard yang Benar?

Ditulis oleh

Lampu hazard atau lampu darurat pada mobil kerap kali disalahgunakan oleh pengendara mobil pada saat berkendara di jalan raya. Kesalahan ini tidak selalu disengaja, tapi juga karena kekurangtahuan pengendara sehingga mengikuti trend "salah kaprah" dalam menggunakan lampu hazard.

Cara Menggunakan Lampu Hazard yang Benar

Divisi Humas Mabes Polri, pada Minggu 23 Maret 2014 kemarin, merilis informasi tentang penggunaan lampu darurat ini. Termasuk aturan perundang-undangan, fungsi, dan waktu yang tepat untuk mengaktifkannya.

Dikatakan dalam media sosial Facebook, Hazard Lamp (lampu darurat) atau biasa disebut lampu hazard adalah lampu yang hidup bersamaan ketika tombol (bergambar segitiga merah) ditekan. Fungsi utamanya adalah penanda keadaan darurat yang dialami oleh pengemudi.

Hal tersebut tertulis dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, Pasal 121 ayat 1 yang menyatakan, "Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan".

Apakah arti "isyarat lain" dan "keadaan darurat" tersebut? Yand dimaksud "isyarat lain" adalah lampu darurat dan senter, serta "keadaan darurat" adalah kendaraan dalam keadaan mogok, mengalami kecelakaan lalu lintas, atau sedang mengganti ban.

Terdapat kebiasaan yang menyalahgunakan fungsi lampu hazard sebagai berikut:

1. Menggunakan saat hujan. Ini hanya akan membingungkan pengemudi di belakang karena saat lampu hazard dinyalakan, lampu sein tidak berfungsi. Pengemudi cukup berhati-hati saja saat hujan atau dengan menghidupkan lampu utama.

2. Saat memberi tanda lurus di persimpangan. Ini tidak perlu, karena dengan tanpa menghidupkan lampu sein berarti sudah menandakan akan bergerak lurus.

3. Ketika berada di lorong gelap. Misalnya masuk terowongan, hazard tidak perlu dinyalakan karena tidak ada efeknya. Yang ada hanya membingungkan kendaraan di belakang. Cukup menyalakan lampu senja atau lampu utama, karena lampu merah di belakang mobil sudah menyala yang artinya memberi tanda bahwa ada mobil di depan.

4. Dalam kondisi berkabut. Cukup menyalakan lampu kabut (fog lamp) yang berwarna kuning atau lampu utama.

Artikel ini mendapat rating 2 bintang dari total 239 orang responden